FC Internazionale megawali musim 2011/2012 tidak seperti biasanya, Inter yang di perkirakan akan menjadi kandidat peraih Scudetto secara mengejutkan tidak mendapatkan kemenangan pada 3 laga lawal mereka di serie A, bahkan sempat di permalukan tim promosi yang kini terdampar di jurang degradasi dengan skor 3-1. Sebelumnya inter berhasil mendatangkan pemain terbaik pada piala dunia 2010, meskipun harus mendepak striker andalannya Samuel Eto'o untuk menyisakan tempat bagi Il Chaca (sebutan Diego Forlan).
Di Bawah pelatih baru inter memang sudah tampak tak bergairah karena cedera beberapa pemain pilar yang sempat mengantar inter meraih Treble Winner pada musim kompetisi 2009/2010. Benar saja tak berlangsung lama era kepelatihan Gassperini hanya berlangsung 3 bulan tepatnya 21 September 2011, Dia adalah pelatih dengan masa jabatan terpendek di masa kepresidenan Moratti. Kemudian Moratti secara resmi menunujuk Claudi Ranieri menduduki kursi kepelatihan inter, pada awal kedatangannya The Thinkerman (julukan Ranieri) diharapkan dapat membawa inter memasuki zona liga Champion dan bersaing mendapatkan scudetto.
Namun Interisti harus bersabar karena pelatih yang kerap membawa tim yang diasuhnya menduduki peringkat 2 klasemen ini meneruskan tren negatif dari era kepelatihan sebelumnya dan inter berada di papan bawah. baru pada Giornatta 12 Ranieri menunjukan tuahnya 7 kemenangan beruntun termasuk kemenangan dalam Derby Della Madoninna mampu membuat inter mengejar ketertinggalan mereka dari rival"nya. Akan tetapi keruntuhan dominasi inter di Serie A dan Eropa belum berakhir tercatat inter belum memenangi 1 pun laga dari 7 pertandingan di Seria A.
Di pentas Eropa inter masih berpeluang melaju ke fase selanjutnya saat menjamu Marseille di Giuseppe Meazza, inter membutuhkan 2 gol tanpa kemasukan untuk terus melaju di UCL. Semoga Ranieri dapat melanjutkan karirnya di inter dengan membawa inter ke final, Patut kita tunggu.
Komentar
Posting Komentar