Carut Marut Persepakbolaan Indonesia

Sejatinya Sepakbola adalah permainan yang menjunjung tinggi Sportivitas, dimana bendera Fair Play dikibarkan setiap pertandingan akan dilangsungkan. Tapi kenapa sepakbola di indonesia identik dengan yang namanya anarkisme ? hal ini tak lebih karena para penonton di indonesia rata2 datang ke stadion bukan untuk mendukung tim kesayangannya melainkan datang hanya untuk mencari lawan "bertandingnya" sendiri.

ketika tim kesayangan mereka berlaga bukan nyanyian dukungan yang dikumandangkan melainkan saling ejek - mengejek alhasil penonton yang seharusnya hanya duduk diam menyaksikan pertandingan malah beradu otot urat syaraf satu sama lain, padahal kita ini masih satu bangsa satu tanah air, sepakbola yang tadinya untuk mempersatukan satu daerah dengan daerah lainnya malah menjadi sebaliknya.

jika kita saksikan pertandingan - pertandingan di Indonesia ga kalah "panas" dengan pertandingan di liga - liga besar Eropa, jika kita dapat membuat stadion berkapasitas melebihi stadion Camp Nou milik Barcelona dengan Kapasitas 98.787, kita bisa memecahkan rekor penonton yang datang ke stadion karena animo masyarakat indonesia terhadap sepakbola amatlah besar.

Mari berkaca apa si yang kita lakukan ? apa kita sudah benar sebagai penonton sepakbola ? apa kita sudah bisa bersikap dewasa ? Contohlah Sepak Bola inggris dimana penonton dan pemain bisa begitu dekat tak perlu ada pagar pembatas sehingga kita benar-benar merasa sedang menonton pertandingan sepakbola bukan seperti berada di dalam penjara, Marilah kita bangun sepakbola Indonesia menjadi lebih baik. Tapi itu semua tak lepas dari peran PSSI sebagai lembaga tertinggi sepakbola Indonesia.

Komentar