Tugas 2 & 3

Jenis-Jenis Ancaman Melalui TI dan Kasus-Kasus Cyber Crime

Jenis-jenis ancaman melalui TI dan contoh berupa tindak kejahatan computer atau biasa dikenal dengan sebutan cyber crime ada beberapa macam, mari kita simak dan jadikan sebuah pelajaran supaya kita dapat lebih berhati-hati dan beretika dalam dunia IT.
1.       Illegal Access (Akses Tanpa Ijin ke Sistem Komputer)
Dengan sengaja dan tidak berhak, melakukan akses secara tidak sah terhadap seluruh ataupun sebagian dari system computer orang lain, dengan maksud untuk mendapatkan data dan informasi ataupun maksud-maksud untuk memperoleh keuntungan lainnya. Biasanya kejahatan ini terjadi pada suatu system computer yang dihubungkan dengan system computer lain (network). Salah satu kejahatan ini yang sangan sering terjadi, dikenal dengan sebutan hacking.

2.       Illegal Contents (Konten Tidak Sah)
Kejahatan dengan memasukan data ataupun sebuah informasi ke internet tentang segala sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis dan dapat dianggap melanggar hokum atau mengganggu ketertiban umum. Kejahatan ini bisa berupa penyalahgunaan blog atau internet melalui alamat-alamat situs yang dibuat oleh seseorang. Salah satu contohnya adalah dengan memasukan informasi yang tidak jelas sumbernya yang dapat menghina, melechkan, ataupun mencemarkan nama baik suatu instansi pemerintah, instansi swasta, agama, seseorang dan lain sebagainya.

3.       Data Forgery (Pemalsuan Data)
Kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen penting yang tersmpan sebagai scriptless document melalui internet. Kejatahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen e-commerce dengan membuat seolah-olah ada salah ketik atau dibuat menyerupai aslinya sehingga dapat mengelabui korban. Misalnya seperti membuat sebuah alamat situs www. Klikbcs.com untuk mendapatkan informasi nasabah BCA yang salah ketik ketika hendak untuk mengakses web aslinya di www.klikbca.com.

4.       Spionase Cyber (Mata-Mata)
Kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain dengan memasuki system jaringan computer (computer network sistem) dari pihak sasaran. Kejahatan ini sudah merupakan perang dunia maya untuk berbagai macam persaingan, seperti bisnis dan badan intelijen antar Negara yang bertikai. Contoh yang pernah terjadi adalah ketika sebuah jaringan mata-mata elektronik yang berbasis utama di Cina telah menyusupi computer-komputer kantor pemerintahan di seluruh dunia termasuk di dalamnya computer milik kementrian luar negeri dan kedutaan serta semua orang yang terhubung dengan Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet.

5.       Data Theft (Mencuri Data)
Kegiatan memperoleh data computer secara tidak sah, baik untuk digunakan sendiri ataupun untuk diberikan ke orang lain. Identity theft merupakan salah satu dari jenis kejahatan yang sering diikuti dengan kejahatan penipuan (fraud) dan data leakage. Pada skala yang lebih besar, definisi pencurian identitas termasuk kasus dimana seseorang yang memiliki akses ke data pribadi banyak orang lalu menjual seluruh database untuk seseorang atau sindikat yang akan mengubah data itu menjadi keuntungan untuk penipuan. Misalnya seperti penipuan kartu kredit, dalam skala besar, pembobolan ATM, dimana banyak orang menjadi korban.

6.       Misuse of Devices (Penyalahgunaan Peralatan Komputer)
Dengan sengaja dan tanpa hak, memproduksi, menjual, berusaha memperoleh untuk digunakan, diimpor, diedarkan atau dengan cara yang lain untuk kepentingan tersebut, dimana di dalamnya termasuk peralatan, program computer, password computer, pass key, key code, serial number, ataupun data sejenisnya untuk memperoleh keuntungan seluruh atau sebagian system computer dapat diakses dengan tujuan digunakan untuk melakukan akses yang tidak sah, intersepsi tidak sah, mengganggu data atau system computer, atau melakukan perbuatan melwan hokum yang lainnya. Salah satu contohnya adalah dengan memperjualbelikan serial number, CD key, atau meng-crack sebuah program untuk diperjualbelikan secara tidak sah.



Sumber : Sanusi, Muzammil (2010). The Genius Hacking Sang Pembobol Data. Jakarta : Penerbit PT Elex Media Komputindo. 

Komentar